Rss

About Me

My photo
SURAKARTA, JAWA TENGAH, Indonesia
Pernah bersekolah di SDN Begalon 2 Surakarta berlanjut ke SMP N 2 Grogol, Skh. Lalu ketika semester 3 pindah ke Banjarnegara, bersekolah si SMP N 2 Banjarnegara dikarenakan perintah orang tua. Dan saat semester ke 4 pindah lagi ke Solo dan bersekolah di SMP N 25 Surakarta. Sekitar tahun 2004/2005 lanjut ke SMK TP 2 Surakarta dan lulus pada tahun 2008. Mulai berkuliah di POLITEKNIK INDONUSA SURAKARTA pada tahun 2010. Minat saya hanya ingin bekerja dengan imajinasi saya, bukan dengan tenaga maupun berfikir hitung-hitungan yang ribet, hehe.. Saya ingin menjadi seorang desainer dan musisi.. :-D
Showing posts with label Indonesian Post. Show all posts
Showing posts with label Indonesian Post. Show all posts

Monday, May 21, 2012

Proses Terbentuknya/Terjadinya Hujan Alami Dan Buatan - Ilmu Pengetahuan Fisika


Hujan adalah peristiwa turunnya air dari langit ke bumi. Awalnya air hujan berasal dari air dari bumi seperti air laut, air sungai, air danau, air waduk, air rumpon, air sawah, air comberan, air susu, air jamban, air kolam, air ludah, dan lain sebagainya. Selain air yang berbentuk fisik, air yang menguap ke udara juga bisa berasal dari tubuh manusia, binatang, tumbuh-tumbuhan, serta benda-benda lain yang mengandung air.
Air-air tersebut umumnya mengalami proses penguapan atau evaporasi akibat adanya bantuan panas matahari. Air yang menguap / menjadi uap melayang ke udara dan akhirnya terus bergerak menuju langit yang tinggi bersama uap-uap air yang lain. Di langit yang tinggi uap tersebut mengalami proses pemadatan atau kondensasi sehingga membentuk awan. Dengan bantuan angin awan-awan tersebut dapat bergerak kesana-kemari baik vertikal, horizontal dan diagonal.
Akibat angin atau udara yang bergerak pula awan-awah saling bertemu dan membesar menuju langit / atmosfir bumi yang suhunya rendah atau dingin dan akhirnya membentuk butiran es dan air. Karena berat dan tidak mampu ditopang angin akhirnya butiran-butiran air atau es tersebut jatuh ke permukaan bumi (proses presipitasi). Karena semakin rendah suhu udara semakin tinggi maka es atau salju yang terbentuk mencair menjadi air, namun jika suhunya sangat rendah maka akan turun tetap sebagai salju.
Hujan tidak hanya turun berbentuk air dan es saja, namun juga bisa berbentuk embun dan kabut. Hujan yang jatuh ke permukaan bumi jika bertemu dengan udara yang kering, sebagian ujan dapat menguap kembali ke udara. Bentuk air hujan kecil adalah hampir bulat, sedangkan yang besar lebih ceper seperti burger, dan yang lebih besar lagi berbentuk payung terjun. Hujan besar memiliki kecepatan jatuhnya air yang tinggi sehingga terkadang terasa sakit jika mengenai anggota badan kita.
Hujan buatan adalah hujan yang dibuat oleh campur tangan manusia dengan membuat hujan dari bibit-bibit awan yang memiliki kandungan air yang cukup, memiliki kecepatan angin rendah yaitu sekitar di bawah 20 knot, serta syarat lainnya. Ujan buatan dibuat dengan menaburkan banyak garam khusus yang halus dan dicampur bibit / seeding ke awan agar mempercepat terbentuknya awan jenuh. Untuk menyemai / membentuk hujan deras, biasanya dibutuhkan garam sebanyak 3 ton yang disemai ke awan potensial selama 30 hari. Hujan buatan saja bisa gagal dibuat atau jatuh di tempat yang salah serta memakan biaya yang besar dalam pembuatannya.
Juhan buatan umumnya diciptakan dengan tujuan untuk membantu daerah yang sangat kering akibat sudah lama tidak turun hujan sehingga dapat mengganggu kehidupan di darat mulai dari sawah kering, gagal panen, sumur kering, sungai / danau kering, tanah retak-retak, kesulitan air bersih, hewan dan tumbuhan pada mati dan lain sebagainya. Dengan adanya hujan buatan diharapkan mampu menyuplai kebutuhan air makhluk hidup di bawahnya dan membuat masyarakat hidup bahagia dan sejahtera.
Hujan yang berlebih pada suatu lokasi dapat menimbulkan bencana pada kehidupan di bawahnya. Banjir dan tanah longsor adalah salah satu akibat dari hujan yang berlebihan. Perubahan iklim di bumi akhir-akhir ini juga mendukung persebaran hujan yang tidak merata sehingga menimbulkan berbagai masalah di bumi. Untuk itu kita sudah semestinya membantu menormalkan iklim yang berubah akibat ulah manusia agar anak cucu kita kelak tidak menderita dan terbunuh akibat kesalahan yang kita lakukan saat ini.

Cerita-cerita Legenda Rakyat di Dunia Tentang Gerhana Bulan


Jaman dulu ketika teknologi dan pengetahuan belum maju, cerita legenda banyak terjadi saat melihat gerhana bulan. Legenda umum yang terjadi menyiratkan bahwa saat seseorang yang tadinya riang gembira, bersuka ria, bersuka cita, tiba-tiba berubah murung dan sedih, karena ada salah satu anggota keluarga yang meninggal dunia atau hatinya diliputi oleh Gerhana.

Secara ilmiah, gerhana bulan dijelaskan terjadi saat sebagian atau keseluruhan penampang bulan tertutup oleh bayangan bumi. Itu terjadi bila bumi berada di antara matahari dan bulan pada satu garis lurus yang sama, sehingga sinar matahari tidak dapat mencapai bulan karena terhalangi oleh bumi. Gerhana bulan muncul bila bulan sedang beroposisi dengan matahari. Tetapi karena kemiringan bidang orbit bulan terhadap bidang ekliptika, maka tidak setiap oposisi bulan dengan matahari akan mengakibatkan terjadinya gerhana bulan
Berbagai Cerita Legenda Rakyat di Dunia Tentang Gerhana Bulan
  • Bali, jika terjadi Gerhana Bulan, maka orang-orang sibuk membuyikan kentongan atau benda apa saja yang bisa di pukul. Tujuannya adalah untuk mengusir Kala Rahu yang menelan Bulan. Mitos ini tertuang dalam sebuah Purana yang kemudian menjadi sebuah dongeng dan sangat populer di Negeri Nusantara. Kisah ini terjadi ketika para raksasa dan para Dewa bekerja sama mengaduk lautan susu untuk mencari “Tirtha Amertha” atau Tirtha Kamandalu. Konon siapa saja yang meminum tirtha itu maka dia akan abadi (tidak bisa mati). Maka setelah tirtha itu didapatkan kemudian dibagi rata. Tugas membagi tirtha adalah Dewa Wisnu yang menyamar menjadi gadis cantik, lemah gemulai. Dalam kesepakatan diatur bahwa para Dewa duduk dibarisan depan sedangkan para Raksasa dibarisan belakang.Syahdan ada Raksasa bernama “Kala Rahu” yang menyusup dibarisan para Dewa, dengan cara merubah wujudnya menjadi Dewa. Namun penyamarannya ini segera diketahui oleh Dewa Candra atau Dewa Bulan. Maka ketika tiba giliran Raksasa Kala Rahu mendapatkan “Tirtha Keabadian”, disitulah Dewa Candra berteriak. “Dia itu bukan Dewa, dia adalah Raksasa Kala Rahu”. Namun sayang tirtha itu sudah terlanjur diminum. Maka tak ayal lagi Cakra Dewa Wisnu menebas leher Sang Kala Rahu. Maka demikianlah, karena lehernya sudah tersentuh oleh Tirtha Keabadian, sehingga tidak bersentuh oleh kematian. Wajahnya tetap hidup dan melayang-layang diangkasa. Sedangkan tubuhnya mati, karena belum sempat tersentuh oleh tirtha kamandalu. Sejak saat itu dendamnya terhadap Dewa Bulan tak pernah putus-putus, dia selalu mengincar dan menelan Dewa Bulan pada waktu Purnama. Tapi karena tubuhnya tidak ada maka sang rembulan muncul kembali kepermukaan. Begitulah setiap Sang Kala Rahu menelan Dewa Bulan terjadilah Gerhana.
  • Jawa. Legenda dalam masyarakat Jawa tentang gerhana adalah fenomena saat Buto atau raksasa menelan bulan. sehingga mirip masyarakat Bali semua orang dianjurkan untuk menabuh kentongan dan bunyi-bunyian agar raksasa takut dan pergi meninggalkan bulan.
  • Negeri cina, orang percaya bahwa seekor naga langit membanjiri sungai dengan darah lalu menelanna. Itu sebabnya orang Cina menyebut gerhana “chih” artinya memakan. Sampai abad ke 19 mereka biasanya membunyikan petasan untuk menakut-nakuti sang naga. Orang Indian juga percaya bahwa seekor naga lah yang membuat gerhana bulan. Mereka lalu menyembah sang naga dengan berendam sampai sebatas leher.
  • Jepang, orang percaya bahwa waktu gerhana ada racun yang disebarkan ke bumi. Dan untuk menghindari air di bumi terkontaminasi racun, mereka menutupi sumur-sumur mereka.
  • Perancis, Kaisar Louis dari Perancis wafat setelah mengamati gerhana di tahun 840. Konon ia begitu bingung saat kegelapan selama 5 menit dan meninggal karena begitu takut.
  • Cerita Columbus. Columbus dalam pelayaran terakhirnya ke Amerika, 1503. Ia berlabuh di Jamaica lebih dari setahun karena kapalnya rusak parah. Penduduk asli setempat lama-lama kesal karena harus menyuplai makanan untuk kru kapal. Columbus tahu bahwa tidak lama lagi akan terjadi gerhana bulan. Dia dengan akal bulusnya mengatakan bahwa Tuhan marah terhadap mereka karena tidak memberi makan, dan karena itu bulan akan lenyap. Ketika gerhana terjadi, mereka lalu memohon Columbus untuk menyampaikan kepada Tuhan agar memaafkan mereka dan mengembalikan bulan. Setelah gerhana, Columbus mengatakan kepada mereka bahwa Tuhan sudah memaafkan dan bulan akan kembali.


Sumber: http://zc-secret.blogspot.com/2011/12/cerita-cerita-legenda-rakyat-di-dunia.html#ixzz1vVh8ldNX

PROSES PEMBENTUKAN BUMI DAN TATA SURYA


                   Bumi adalah satu satunya planet yang berda di ruang angkasa yang di tempati oleh para makhluk hidup berserta isinya. Bumi sendiri terbentuk karena adanya proses big bang atau dentuman dasyat yaitu proses dimana ada kabut raksasa yang sangat besar berputar pada porosnya setelah itu kabut raksasa itu meledak dan menyebabkan serpihan debu dan awan. Serpihan debu dan awan yang kecil-kecil menyebar keluar berbentuk bintang sedangkan bagian besarnya berkumpul dipusat membentuk cakram raksasa.
Bagian kecil yang berbentuk bintang tersebut mengalami kondensasi sehingga mmebentuk gumpalan-gumpalan yang dingin dan memadat, kemudian gumpalan-gumpalan tersebun berbentuk planet salah satunya yaitu bumi.
Sedangkan bagian besarnya meledak dengan dahsyat dan mebentuk nebula-nebula, nebula-nebula tersebut membeku dan membentuk galaksi yang disebut dengan nama Galaksi Bima Sakti, kemudian membentuk sistem tata surya.
Kondisi bumi pada saat pembentukannya tidak sama dengan kondisi sekarang. Pada saat itu didalam bumi masih belum terdapat benua dan samudra. Tapi bumi mengalami diferensiasi. Material besi yang berat jenisnya lebih besar akan tenggelam, sedangkan yang berat jenisnya lebih ringan akan bergerak ke permukaan. Setelah itu bumi mengalami proses zonafikasi, tahap dimana bumi terbagi menjadi beberapa zona atau lapisan, yaitu inti besi yang padat, inti besi cair, mantel bagian bawah, zona transisi, astenosfer yang cair dan litosfer yang terdiri atas kerak benua dan kerak samudra.
Lapisan-lapisan bumi tersusun dengan rapi dari bagian terluar yang keras dan bagian terdalam yang cair. Bentuk permukaan bumi berbeda-beda, mulai dari daratan, lautan, pegunungan, perbukitan, danau, lembah, dan sebagainya. Bumi sebagai salah satu planet yang termasuk dalam sistem tata surya di alam semesta ini tidak diam seperti apa yang kita perkirakan selama ini, melainkan bumi melakukan perputaran pada porosnya (rotasi) dan bergerak mengelilingi matahari (revolusi) sebagai pusat sistem tata surya
Tata Surya
Tata surya adalah kumpulan benda langit yang terbentuk dari proses big bang yang bentuknya berupa bintang-bintang. Serpihan luar kan menjadi planet-planet dan matahari dalam tata surya sedangkan serpihan yang besar yang terkumpul dipusatnya akan meledak dan membentuk nebula-nebula lalu menjadi galaksi yang sekrang di sebut Galaksi Bima Sakti.
Dalam tata surya terdapat matahari yang menjadi pusat tata surya. Matahari dikelilingi oleh planet-planet, ada delapan planet dalam tata surya yaitu Merkurius, Venus, Bumi, Mars Yupiter, Sartunus, Uranus, Neptunus.
Planet-planet tersebut memiliki ukuran yang berbeda dan jaraknya terhadap matahari juga berbeda planet yang paling terdekat dengan matahari yaitu Merkurius sedangkan yang terjauhnya Neptunus. Planet-planet tersebut bergerak dari arah barat ke timur kecuali Venus dan Uranus.
Planet-planet tersebut bukan hanya mengelilingi matahari melainkan mereka juga berputar pada porosnya. Mereka tidak dapat menghasilkan cahaya sendiri melainkan memantulkan cahaya dari pusat tata surya yaitu matahari.
Selain matahari dan planet-planetnya dalam tata surya masih terdapat banyak benda langit, yaitu satelit, komet, asteroid, meteorid.
• Satelit
Satelit adalah benda langit yang mengelilingi matahari bersamaan dengan planet tapi benda satu ini juga mengelinlingi planet. Contohnya bulan salah satu satelit yang dimiliki oleh planet bumi. Bulan mengelilingi bumi dan menyebabkan bumi menjadi berganti siang dan malam. Selain mengelilingi bumi dan matahari bulan juga berputar pada porosya.
• Komet
Komet adalah benda langit yang mengelilingi matahari dengan orbit yang sangat lonjong. Komet terdiri atas es yang sangat padat dan orbitnya lebih lonjong daripada orbit planet. Komet menyemburkan gas bercahaya yang dapat terlihat dari bumi tetapi melihatnyatidak dapat dilakukan anya dengan menggunakan mata telanjang tetepi harus menggunakan teleskop
• Asteroid
Asteroid adalah benda langit yang mirip dengan planet. Asteroid hanya terdapat diantara planet Mars dan Yupiter.
• Meteorid
Meteorid adalah batuan-batuan kecil yang banyak dan melayang-melayang di luar angkasa. Meteoroid adalah benda langit yang dapat masuk atau berjatuhan memeasuki planet.
Benda-benda ini juga bersamaan dengan planet mengelilingi matahari. Benda-benda tersebut mengelilingi matahari tanpa saling bertabrakan karena adanya gaya gravitasi dan karena meraka mengelilingi matahari pada orbitnya masing-masing, orbitnyaa tidak berbentuk lingkaran melainkan berbentuk elips.

PENGERTIAN REMAJA DAN PUBERTAS

 Sumber: http://midwife06.wordpress.com/2011/03/02/pengertian-remaja-dan-pubertas/


                  Remaja didefinisikan sebagai masa peralihan dari masa kanak-kanak ke masa dewasa. Batasan usia Remaja berbeda-beda sesuai dengan sosial budaya setempat. Remaja menurut BKKBN adalah penduduk laki-laki atau perempuan yang berusia 10-19 tahun dan belum menikah. Sedangkan menurut WHO adalah penduduk laki-laki atau perempuan yang berusia 15- 24 tahun ( BKKBN, 2003).
Remaja adalah masa transisi antara masa anak dan dewasa, dimana terjadi pacu tumbuh, timbul ciri-ciri seks sekunder, tercapainya fertilitas dan terjadi perubahan-perubahan psikologik serta kognitif (Soetjiningsih, 2004). 
Batasan remaja menurut WHO:
Dalam tumbuh kembangnya menuju dewasa, berdasarkan kematangan psikososial dan seksual, semua remaja akan melewati sebagai berikut:
a. Masa remaja awal /dini (Early adolescence) umur 11 – 13 tahun.
b. Masa remaja pertengahan (Middle adolescence) umur 14 -16 tahun.
c. Masa remaja lanjut (Late adolescence) umur 17 – 20 tahun.
(Soetjiningsih, 2004).

Tahapan RemajaLaki-lakiperempuan
Umur (tahun)Umur (tahun)
Pra remaja
Remaja Awal
Remaja Menangah
Remaja Akhir
<11 
9-13
13-16
> 16
< 11
11-14
14-17
> 17

Tabel 2.1 Tahapan perkembangan remaja
Sumber : Dikutip dari PPFA, Adolescence Sexuality, 2001.
Ciri-ciri perkembangan remaja.
Dalam lingkungan sosial tertentu, masa remaja bagi pria merupakan saat diperolehnya kebebasan. Sementara untuk remaja wanita merupakan saat mulainya segala bentuk pembatasan.
Menurut ciri perkembangannya masa remaja dibagi menjadi tiga periode:
1)        Masa Remaja Awal ( 10-12 tahun), Ciri khasnya :
  • a)      Lebih dekat dengan teman sebaya.
  • b)      Ingin Bebas
  • c)      Lebih banyak memperhatikan keadaan tubuhnya dan mulai berpikir abstrak.
2)        Masa Remaja Tengah (13-15 tahun), ciri khasnya :
  • a)      Mencari identitas diri.
  • b)      Timbulnya keinginan untuk kencan.
  • c)      Punya rasa cinta yang mendalam
  • d)     Mengembangkan kemampuan berpikir abstrak.
  • e)      Berkhayal tentang aktivitas seks.
3)      Masa Remaja Akhir (16-19 tahun), ciri khasnya :
  • a)      Pengungkapan kebebasan diri.
  • b)      Lebih selektif dalam mencari teman sebaya.
  • c)      Punya citra jasmani diri.
  • d)     Dapat mewujudkan rasa cinta.
  • e)      Mampu berfikir abstrak.
(BKKBN, 2003)
Pubertas
a. Pengertian

Beberapa pengertian mengenai pubertas yaitu:
Menurut Prawirohardjo (1999: 127) pubertas merupakan masa peralihan antara masa kanak-kanak dan masa dewasa.
Menurut Soetjiningsih (2004: 134) pubertas adalah suatu periode perubahan dari tidak matang menjadi matang.
Menurut Monks (2002: 263) pubertas adalah berasal dari kata puber yaitu pubescere yang artinya mendapat pubes atau rambut kemaluan, yaitu suatu tanda kelamin sekunder yang menunjukkan perkembangan seksual.
Menurut Root dalam Hurlock (2004) Pubertas merupakan suatu tahap dalam perkembangan dimana terjadi kematangan alat–alat seksual dan tercapai kemampuan reproduksi.
  1. Perubahan Fisik
Selama pertumbuhan pesat masa puber, terjadi empat perubahan fisik penting dimana tubuh anak dewasa: perubahan ukuran tubuh, perubahan proporsi tubuh, perkembangan ciri-ciri seks primer dan perkembangan ciri-ciri seks sekunder (Hurlock, 2004: 188).
Perubahan primer
Perubahan sekunder
Perubahan primer pada masa puber
Perubahan primer pada masa pubertas adalah tanda-tanda/perubahan yang menentukan sudah mulai berfungsi optimalnya organ reproduksi pada manusia.
Pada pria – Gonad atau testis yang terletak di skrotum, di luar tubuh, pada usia 14 tahun baru sekitar 10% dari ukuran matang. Kemudian terjadi pertumbuhan pesat selama 1 atau 2 tahun, setelah itu pertumbuhan menurun, testis sudah berkembang penuh pada usia 20 atau 21 tahun. Kalau fungsi organ-organ pria sudah matang, maka biasanya mulai terjadi mimpi basah.
Pada wanita - Semua organ reproduksi wanita tumbuh selama masa puber, meskipun dalam tingkat kecepatan yang berbeda. Berat uterus anak usia 11 atau 12 tahun berkisar 5,3 gram, pada usia 16 rata-rata beratnya 43 gram. Tuba falopi, telur-telur, dan vagina juga tumbuh pesat pada saat ini. Petunjuk pertama bahwa mekanisme reproduksi anak perempuan menjadi matang adalah datangnya menstruasi.(Hurlock, 2004: 210).
b. Perubahan sekunder pada masa pubertas
Perubahan sekunder pada masa pubertas adalah perubahan-perubahan yang menyertai perubahan primer yang terlihat dari luar.
1)      Pada perempuan: lengan dan tungkai kaki bertambah panjang; pertumbuhan payudara; tumbuh bulu-bulu halus disekitar ketiak dan vagina; panggul mulai melebar; tangan dan kaki bertambah besar; tulang-tulang wajah mulai memanjang dan membesar; vagina mengeluarkan cairan; keringat bertambah banyak; kulit dan rambut mulai berminyak; pantat bertambah lebih besar.
2)      Pada pria: lengan dan tungkai kaki bertambah panjang; tangan dan kaki bertambah besar; pundak dan dada bertambah besar dan membidang; otot menguat; tulang wajah memanjang dan membesar tidak tampak seperti anak kecil lagi; tumbuh jakun; tumbuh rambut-rambut di ketiak, sekitar muka dan sekitar kemaluan; penis dan buah zakar membesar; suara menjadi besar; keringat bertambah banyak; kulit dan rambut mulai berminyak.(Sarlito, 2009: 1).
c. Perubahan Emosional/Psikologis
Secara tradisional masa remaja dianggap sebagai periode “Badai dan Tekanan”, sesuatu masa dimana ketegangan emosi meninggi sebagai akibat dari perubahan fisik dan kelenjar. Pertumbuhan yang terjadi terutama bersifat melengkapi pola yang sudah terbentuk pada masa puber. Adapun meningginya emosi terutama karena anak laki-laki dan perempuan berada dibawah tekanan sosial dan menghadapi kondisi baru, sedangkan selama masa kanak-kanak ia kurang mempersiapkan diri untuk menghadapi keadaan-keadaan itu (Hurlock, 2004: 212-213).
Masa remaja merupakan “badai dan tekanan”, masa stress full karena ada perubahan fisik dan biologis serta perubahan tuntutan dari lingkungan, sehingga diperlukan suatu proses penyesuaian diri dari remaja.
Tidak semua remaja mengalami masa badai dan tekanan. Namum benar benar juga bila sebagian besar remaja mengalami ketidakstabilan dari waktu ke waktu sebagai konsekuensi dari usaha penyesuaian diri pada pola perilaku baru dan harapan sosial yang baru. (Nurfajriyah, 2009: 1).
Problematika Remaja dan Pubertas
Masalah Pubertas dan Cara Mengatasinya
Remaja adalah periode transisi antara masa anak-anak dan masa dewasa. Pada masa ini seringkali timbul kesulitan serta perselisihan, satu diantaranya yang paling sering terjadi adalah perselisihan antara Anak dengan Orangtua. Hal ini terjadi karena secara fisiologis si anak sedang mengalami sesuatu yang baru dan meresahkan dirinya. Adapun faktor yang menyebabkan keresahan tersebut antara lain adalah aktifitas hormonal pada usia puber juga faktor emosional, psikologis dan sosial.
Periode Yang Terjadi pada Masa Pubertas
1)      Periode Depresi :
Periode ini biasanya akan berlangsung sekitar seminggu atau lebih, namun apabila depresi sudah terasa tidak wajar lagi (terjadi sampai berlarut-larut) mungkin ini disebabkan karena kecemasan atau kesulitan emosional. Biasanya anak yang mempunyai sifat tertutup (introvert) cenderung mengalami depresi yang lebih lama bila dibandingkan dengan anak yang mempunyai sifat terbuka (extrovert), karena anak introvert tidak bisa mengungkapkan apa sebenarnya yang menjadi akar dari kecemasan serta kesulitan emosionalnya itu kepada orang lain.
2)      Periode Kecemasan :
Pada periode ini Remaja seringkali bersikap tidak biasa, seperti : cepat tersinggung, sangat agresif, suka menggerutu dan kasar atau kadang yang terjadi justru kebalikannya : bersikap kekanakan serta sangat tergantung kepada Orangtuanya.
3)      Periode Kerewelan :
Umumnya periode ini ditemukan pada Remaja Putri, misalnya dalam hal memilih pakaian, ataupun memilih makanan. Pada periode ini kaum Remaja Putri ada yang melakukan “diet ketat” untuk menjaga keindahan tubuh dan penampilannya, tapi ada juga yang justru melakukan sebaliknya yaitu lebih rakus dan tidak perduli pada penampilan.
4)      Periode Pembangkangan :
Seringkali Remaja seakan menjadi tidak patuh kepada apa yang menjadi aturan Orangtuanya. Sepanjang tidak melanggar norma Agama, Kesusilaan dan juga tidak membahayakan bagi keselamatan serta kesehatan dirinya, Orangtua sebaiknya bisa bertindak lebih bijak untuk memberi kesempatan kepada Remaja agar ia dapat mengambil keputusan sendiri serta bertanggung jawab atas apa yang telah dia lakukan. Hal ini selain dapat menambah rasa percaya diri Remaja tersebut sekaligus juga bisa menghindari timbulnya pertengkaran (konflik) yang berkepanjangan antara Orangtua dengan Anak.
5)      Periode Ingin Tampil Beda :
Kebanyakan para Remaja mengalami periode ini, antara lain bisa terlihat dari caranya berpakaian, bergaya, berbahasa dan masih banyak lagi.
Sepanjang yang dilakukannya tidak bertentangan dengan norma Agama, Kesusilaan serta tidak membahayakan bagi diri Remaja tersebut, sebaiknya Orangtua tidak perlu merasa cemas. Mereka melakukan hal ini hanya karena sedang dalam tahap mencari identitas diri, dan ingin diterima dengan baik sebagai anggota kelompoknya.Seiring dengan bertambahnya usia, perlahan-lahan semua itu akan hilang dengan sendirinya.
Cara Menanggulangi Masalah Remaja Pubertas
  1. Orangtua sebaiknya jangan membahas suatu masalah dengan cara sikap seolah sedang menginterogasi atau mendoktrin, karena hal ini akan membuat Remaja tersebut semakin takut untuk mengemukakan apa yang sedang dirasakannya dan itu akan mengakibatkan semakin jauhnya jarak antara Orangtua dengan Anak.
  2. Sebaiknya ajaklah Remaja tersebut untuk berbicara dari hati ke hati dan dalam suasana yang santai, bahkan tak ada salahnya apabila dalam pembicaraan tersebut sesekali diselingi juga dengan gurauan ringan.
  3. Ciptakanlah suasana demokratis dalam rumah tangga, dimana semua anggota keluarga bisa mengemukakan pendapatnya, tanpa harus merasa malu apalagi takut dengan anggota keluarga lainnya, terutama kepada Orangtua.
  4. Biasakanlah dalam keluarga untuk saling menghargai serta menghormati pendapat orang lain, tanpa memandang apa jenis kelamin serta usianya.

TUTORIAL


Tutorial (tutoring) adalah bantuan atau bimbingan belajar yang bersifat akademik oleh tutor kepada mahasiswa (tutee) untuk membantu kelancaran proses belajar madiri mahasiswa secara perorangan atau kelompok berkaitan dengan materi ajar. Tutorial dilaksanakan secara tatap muka atau jarak jauh berdasarkan konsep belajar mandiri.
Konsep belajar mandiri dalam tutorial mengandung pengertian, bahwa tutorial merupakan bantuan belajar dalam upaya memicu dan memacu kemandirian, disiplin, dan inisiatif diri mahasiswa dalam belajar denganminimalisasi intervensi dari pihak pembelajar/tutor. Prinsip pokok tutorial adalah “kemandirian mahasiswa” (student’s independency). Tutorial tidak ada, jika kemandirian tidak ada. Jika mahasiswa tidak belajar di rumah, dan datang ke tutorial dengan ‘kepala kosong’, maka yang terjadi adalah “perkuliahan” biasa, bukan tutorial. Dengan demikian, secara konseptual tutorial perlu dibedakan secara tegas dengan “kuliah” (lecturing) yang umum berlaku di perguruan tinggi tatap muka, di mana peran dosen sangat besar.
Peran utama tutor dalam tutorial adalah: (1) “pemicu” dan “pemacu” kemandirian belajar mahasiswa, berpikir dan berdiskusi; dan (2) “pembimbing, fasilitator, dan mediator” mahasiswa dalam membangun pengetahuan, nilai, sikap dan keterampilan akademik dan profesional secara mandiri, dan/atau dalam menghadapi atau memecahkan masalah-masalah dalam belajar mandirinya; memberikan bimbingan dan panduan agar mahasiswa secara mandiri memahami materi mata kuliah; memberikan umpan balik kepada mahasiswa secara tatap muka atau melalui alat komunikasi; memberikan dukungan dan bimbingan, termasuk memotivasi dan membantu mahasiswa mengembangkan keterampilan belajarnya.
Agar tutorial tidak terjebak dalam situasi perkuliahan biasa, terbina hubungan bersetara, mampu memainkan peran-peran di atas, dan tutorial berjalan efektif, tutor perlu menyiapkan pertanyaan-pertanyaan yang berfungsi untuk: (1) membangkitkan minat mahasiswa terhadap materi yang sedang dibahas, (2) menguji pemahaman mahasiswa terhadap materi pelajaran, (3) memancing mahasiswa agar berpartisipasi aktif dalam kegiatan tutorial, (4) mendiagnosis kelemahan-kelemahan mahasiswa, dan (5) menuntun mahasiswa untuk dapat menjawab masalah yang sedang dihadapi (Hyman, dalam Suroso, 1992). Tutor juga menstimulasi mahasiswa untk terlibat aktif dalam pembahasan: (1) masalah yang ditemukan mahasiswa dalam mempelajari modul; (2) kompetensi atau konsep esensial matakuliah; (3) persoalan yang terkait dengan unjuk kerja (praktik/praktikum) mahasiswa di dalam/di luar kelas tutorial; dan (4) masalah yang berkaitan dengan profesi keguruan yang ditemukan ketika mahasiswa menjalankan tugas sehari-hari sebagai guru.
Untuk mendukung pelaksanaan peran dan fungsi-fungsi di atas, tutor perlu menguasai secara trampil sejumlah keterampilan dasar tutorial, yakni: (1) membuka dan menutup tutorial; (2) bertanya lanjut; (3) memberi penguatan; (4) mengadakan variasi; (5) menjelaskan; (6) memimpin diskusi kelompok kecil; (7) mengelola kelas; dan (8) mengajar kelompok kecil dan perorangan. Kedelapan jenis keterampilan dasar tutorial ini pada dasarnya sama dengan keterampilan dasar mengajar, yang diadaptasi dari perangkat “Sydney Micro Skills” yang dikembangkan oleh Sydney Universitytahun 1973.
a. Prinsip-prinsip Tutorial
Beberapa prinsip dasar tutorial yang sebaiknya dipahami oleh tutor agar penyelenggaraan tutorial yang efektif, dan tidak terjebak pada situasi perkuliahan biasa, adalah:
1. Interaksi tutor-tutee sebaiknya berlangsung pada tingkat metakognitif, yaitu tingkatan berpikir yang menekankan pada pembentukan keterampilan “learning how to learn” atau “think how to think” (mengapa demikian, bagaimana hal itu bisa terjadi, dsb).
2. Tutor harus membimbing tutee dengan teliti dalam keseluruhan langkah proses belajar yang dijalani oleh tutee.
3. Tutor harus mampu mendorong tutee sampai pada taraf pengertian(understanding = C2) yang mendalam sehingga mampu menghasilkan pengetahuan (create = C6) yang tahan lama.
4. Tutor seyogianya menghindarkan diri dari pemberian informasi semata (transfer of knowledge/information), dan menantang tutee untuk menggali informasi/pengetahuan sendiri dari berbagai sumber belajar dan pengalaman lapangan.
5. Tutor sebaiknya menghindarkan diri dari upaya memberikan pendapat terhadap kebenaran dan kualitas komentar atau sumbang pikiran (brainstroming) tutee.
6. Tutor harus mampu menumbuhkan diskusi, komentar dan kritik antartutee, sehingga dapat meningkatkan kemampuan intelektual, psikomotorik, sikap demokrasi, kerjasama, dan interaksi antartutee.
7. Segala kuputusan dalam tutorial sebaiknya diambil melalui proses dinamika kelompok di mana setiap tutee dalam kelompok memberikan sumbang pikirannya.
8. Tutor sebaiknya menghindari pola interaksi tutor-tutee, dan mengembangkan pola interaksi tutee-tutee.
9. Tutor perlu melakukan pelacakan lebih jauh (probing) terhadap setiap kebenaran jawaban atau pendapat tutee, untuk lebih meyakinkan tutee atas kebenaran jawaban atau pendapat yang dikemukakan tutee. (Anda yakin demikian, mengapa, apa alasannya?).
10. Tutor seyogianya mampu membuat variasi stimulasi/rangsangan untuk belajar, sehingga tutee tidak merasa bosan, jenuh, dan/atau putus asa.
11. Tutor selayaknya memantau kualitas kemajuan belajar tutee dengan mengarahkan kajian sampai pada taraf pengertian yang mendalam (indepth understanding).
12. Tutur perlu menyadari kemungkinan munculnya potensi masalah interpersonaldalam kelompok, dengan segera melakukan intervensi skala kecil untuk memelihara efektivitas proses kerja dan dinamika kelompok. tutor perlu senantiasa bekerjasama (power with) dengan tutee, dan selalu bertanggungjawab atas proses belajar dalam kelompok. Akan tetapi, sewaktu-waktu tutor juga harus lepas tangan (power off) bila proses belajar tutee telah berjalan dengan baik.
b. Model-model Tutorial
Model tutorial adalah suatu analog konseptual tentang tutorial yang digunakan untuk menyarankan bagaimana sebuah proses tutorial selayaknya dilakukan. Model tutorial juga dapat diartikan sebagai sebuah struktur konseptual tentang tutorial yang dapat membantu memberikan bimbingan atau arahan kepada tutor di dalam mengelola dan mengembangkan aktivitas tutorial, agar dapat mencapai tujuan yang diharapkan secara efektif. Sebuah model tutorial, dikembangkan atas dasar pertimbangan-pertimbangan filosofis, psikologis, sosial, kultural tentang hakikat tutee, tutor, materi, dsb.
Pada dasarnya, terdapat ragam model tutorial yang dikenal dalam kepustakaan tutorial. Beberapa model tutorial yang bisa digunakan oleh para tutor secara terampil untuk keperluan tutorial di Universitas Terbuka di antaranya model-model tutorial tersebut sengaja dikembangkan dalam rangka Program Akreditasi Tutor UT (PAT-UT), yakni: (1) PAT-UT I, (2) PAT-UT II, dan (3) PAT-UT III. Selain itu para tutor juga dapat menggunakan model-model tutorial yang aktif-kreatif inovatif yang banyak berkembang dan digunakan dalam pembelajaran di Indonesia seperti: Cooperative Learning, Jigsaw I dan II, Konstruktivisme, Pemecahan Masalah/Studi Kasus, Model Kreatif & Produktif, Latihan Keterampilan, Simulasi & Bermain Peran, atau Model Pembelajaran Orang Dewasa.
c. Modus Tutorial
Di UT, ada empat modus tutorial, yakni: tutorial tatap muka (TTM); tutorial tertulis (tutis) lewat surat-menyurat/krespondensi; tutorial elektorik (tutel) lewat televisi, radio, media massa, dan internet; dan tutorial online (tuton) lewat internet. Bagi mahasiswa PENDAS ada dua modus tutorial yang disediakan, yaitu (1) Tutorial Tatap muka (TTM), meliputi Tutorial Tatap Muka Wajib (TTM) dan Tutorial Tatap Muka Atas Dasar Permintaan Mahasiswa (TTM-ATPEM).dan (2)tutorial online (tuton) lewat internet.

Tuesday, May 15, 2012

Tutorial Animasi Tata Surya (Bulan Mengelilingi Bumi)

sumber: http://belajar-ar.blogspot.com/2011/09/tutorial-animasi-tata-surya-bulan.html

Assalamualaikum Wr.Wb

Selamat datang di A.R.T, pada tutorial kali ini akan dibahas tentang membuat animasi tata surya. Animasi ini sebenarnya sudah saya bahas di tutorial Animasi membuat kupu-kupu terbang sebelumnya, karena tehnik yang dipakai persis dan mirip dengan yang akan dibahas di tutorial ini. tetapi karena beberapa waktu yang lalu, banyak yang me-request tutorial tata surya, jadi kami buatkan tutorialnya. tetapi tutorial ini hanya perputaran bulan mengitari bumi, untuk tata surya 9 planet, bisa kalian buat sendiri yah, karena kami sendiri juga tidak paham tentang gerak tata surya, tetapi setidaknya kalian bisa tahu tehnik membuat animasinya.

Ok, langsung saja ikuti tutorial dibawah.

1. Buka 3DSMax kalian masing-masing (kami memakai 3DSMax 9 yang Mudah)
2. Cari Texture Bumi dan Bulan di Penelusuran Gambar dengan Google. Jika ketemu Copy-Paste ke Folder Artoolkit\Bin\Wrl\Textures  
3. Buat 2 Sphere, yang 1 Besar untuk bumi yang 1 Kecil untuk bulan. (Ukurannya Dikira2 Sendiri, tergantung kemampuan kamera kalian)

3. Selanjutnya, kita masukkan texture Bumi dahulu di slot 1 caranya, Tekan M di Keyboard, lalu akan muncul Material Editor. 

5. Setelah ketemu Texture Buminya, Klik Open. maka Texture bumi akan menempel di Slot 1.





6. Selanjutnya, texture bumi yang udah masuk kita drag ke sphere yang besar. kemudian supaya texturenya muncul, kita klik tombol Show Map in Viewport. perhatikan gambar dibawah:



 7. nah untuk texture bulan, bisa kalian setting sendiri yah. pasti sudah tau semua kan.




8. Ok.. Persiapan Texture Beres, sekarang saatnya Penganimasian. pertama2, kita klik tombol Shapes, lalu klik Circle. 


9. selanjutnya, buatlah circle ditengah objek bumi. seperti gambar dibawah (walau tidak terlalu kelihatan). (Cat: kami kurang mengerti posisi bulan mengitari bumi, jadi kalo salah mohon maaf yah.,. hehe..)



10. Selanjutnya, Klik Objek Bulan lalu Buka Menu Motion >> Klik Tanda (+) Assign Contoroller








  11. Kemudian Klik Menu Position: Position XYZ >> Lalu Klik Tombol [?]






12. Setelah itu akan muncul Menu Assiggn Position Controller. di Menu Tersebut, langsung kita Double Click Path Constraint. 






13. Selanjutnya, setelah Path Constraint terbuka. kita Klik tombol Add Path di Menu Path Parameters. lalu klik Circle yang telah kita buat tadi.




  
14. nah sekarang, klik tombol Play, pasti sudah jalan Animasinya..

15. Ok Selesai.. Sekarang tinggal, Di Export ke VRLM97 (Wrl). sudah tau semuanya kan caranya?. kalo belum tau, bisa dipelajari dulu Tutorial Membangun Augmented Reality dari Awal yang bisa didownload di blog kami. Sekian Tutorial kali ini, semoga bisa membantu..

 Catatan Penting:
Tehnik Path Constraint ini Bisa digunakan Untuk Banyak Path (Circle atau Line) di Banyak Objek. jadi kalian bisa, membuat Sistem Tata Surya 9 Planet, dengan menggunakan Tehnik Ini.